Headlines News :
Home » , , , » Iuran BPJS Kesehatan Naik, Ini Janji Perbaikannya

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Ini Janji Perbaikannya

Written By admin kudusku on Kamis, 17 Maret 2016 | 16:26

Semarang,  BPJS Kesehatan Divisi Regional VI Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan kenaikan iuran jaminan kesehatan peserta akan diimbangi dengan kenaikan peningkatan pelayanan.

Kepala Departemen Pemasaran dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Divre VI Jateng-DIY Maya Susanti di Semarang, Rabu menjelaskan peningkatan pelayanan tersebut seperti rasionalisasi tarif, peningkatan akses pelayanan, dan penambahan manfaat pelayanan kesehatan.

Penambahan manfaat pelayanan kesehatan untuk masyarakat di antaranya pelayanan KB (tubektomi interval) dan pemeriksaan medis dasar di rumah sakit (UGD).
Akses pelayanan atau fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik pratama, dokter praktek perorasangan, rumah sakit dan klinik utama juga akan ada penambahan.

Kepala Seksi Upaya Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Arry Wahyu menyebutkan hingga 14 Maret 2016 tercatat sudah ada 215 rumah sakit yang melayani peserta BPJS Kesehatan.
"Dari total 276 rumah sakit semua kelas, sudah ada 215 rumah sakit dan jumlah tersebut akan terus bertambah," katanya.

Sekretaris Persi Jawa Tengah Arif Rahman Sadad menambahkan bahwa pihaknya mendukung keluarnya Perpres No 19 Tahun 2016 mengenai penyesuaian iuran dan adanya penurunan kelas dari yang semula kelas 1 menjadi kelas 2 (untuk peserta penerima upah atau PPU).

Terkait dengan masih banyak kasus kamar yang kurang, Arif mengakui bahwa untuk saat ini jumlah kamar masih jauh dari populasi karena, tidak semua rumah sakit memiliki kamar kelas 1 dan 2 yang memadai.

"Sekarang sudah ada regulasi untuk rumah sakit pemerintah 30 persen dari jumlah kamar harus untuk peserta kelas 3, sementara rumah sakit swasta 20 persen," katanya.
Untuk kenaikan iuran: peserta kelas 3 (peserta mandiri atau peserta bukan penerima upah/PBPU) dari yang sebelumnya Rp25.500 per 1 April 2016 menjadi Rp30.000 dan angka tersebut masih di bawah "bottom line yang direkomendasikan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sebesar Rp36.000.

Sementara untuk peserta kelas 2 dari yang sebelumnya Rp42.500 menjadi Rp51.000, dan peserta kelas 1 dari yang sebelumnya Rp59.500 menjadi Rp80.000.

Iuran peserta PBI serta penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah yang sebelumnya Rp19.225 per orang per jiwa per bulan menjadi Rp23.000 per jiwa per bulan.

Untuk iuran peserta pekerja penerima upah (PPU) yang terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI dan Polri, pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, serta pegawai pemerintah nonpegawai negeri sebesar Rp5 persen dari gaji atau upah per bulan.
Besaran iuran 5 persen tersebut dibayar dengan ketentuan 3 persen (dibayar pemberi kerja) dan 2 persen (dibayar oleh peserta).

Kenaikan iuran tersebut tidak berlaku oleh peserta pekerja penerima upah (PPU) badan usaha swasta yang besarannya tetap yakni 4 persen (pemberi kerja) dan 1 persen (pekerja).
Editor: Nur Istibsaroh
Antarajateng.com
Foto:tribun jateng

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger