Headlines News :
Home » , , , » Di Daerah Ini Banyak Guru dan Pegawai Bergaji Rp.200 Ribu Perbulan

Di Daerah Ini Banyak Guru dan Pegawai Bergaji Rp.200 Ribu Perbulan

Written By admin kudusku on Kamis, 04 Februari 2016 | 13:01

KENDAL - Legislatif berupaya agar pegawai tidak tetap serta guru tidak tetap K2 di Kabupaten Kendal bisa mendapatkan upah layak. Minimal, mereka diperjuangkan memiliki penghasilan setara upah minimum kabupaten/kota (UMK).

‎Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono, menyatakan, saat ini dewan tengah sibuk melakukan penyusunan Rapat Pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah‎ atau RPJMD. Penyusunannya menyangkut penghitungan besaran anggaran untuk alokasi upah layak 965 PTT dan GTT K2.

"Kami tidak mengumbar janji, tetapi memperjuangkannya secara maksimal. Semoga usaha kami tak sia-sia," katanya saat rapat koordinasi bersama 600 pegawai K2, Rabu (3/2/2016).

Menurut Prapto, PTT maupun GTT di Kabupaten Kendal ada yang sudah mengabdi selama 10 tahun, 15 tahun, bahkan 20 tahun. Pengabdian mereka tak sebanding dengan upah yang diterima.

"Bayangkan, gaji mereka cuma Rp 150 ribu per bulan. Karenanya, kami merasa nasib mereka perlu diperjuangkan," tambahnya.

Saat ini, sambung Prapto, upah PTT dan GTT di Kabupaten Kendal mengalami kenaikan Rp 50.000. Jadim per bulan, mereka menerima Rp 200 ribu.

Dus, jika usulan kenaikan upah setaraf UMK dipenuhi, maka para pegawai K2 tersebut akan menerima Rp 1,6 juta per bulan. Tentunya, gaji sebesar itu bakal mengangkat semangat sehingga kinerja mereka semakin berkualitas.

Menurut Prapto, total anggaran yang dibtuhkan untuk mengupah seluruh pegawai K2 sesuai UMK di Kabupaten Kendal mencapai Rp 12 miliar. "Tidak masalah. Saya kira masih masuk akal," katanya.

Ia menegaskan, sekarang sudah saatnya para pegawai K2 diberi apresiasi lebih. Selama ini, mereka berkomitmen luar biasa meskipun hanya mendapatkan bayaran kecil.
Ketua Perkumpulan Pegawai K2 Kabupaten Kendal, Sartono, mengatakan, selama ini para PTT maupun GTT hanya memiliki dua tuntutan, yakni diangkat menjadi pegawai negeri atau digaji sesuai UMK.

Ia dan kawan-kawan berharap, pemerintah mendengarkan aspirasi tersebut dan mengabulkannya.
"Kami sudah terlalu lama mengabdi kepada negara tanpa kejelasan status maupun kompensasi. Sekarang saatnya ada perbaikan," papar Sartono.

Ia dan kawan-kawan seperjuangan kini tengah mempersiapkan diri melakukan demonstrasi di Istana Negara. Menurut rencana, aksi bakal digelar pada 10 Februari 2016.
"Upah kami cuma Rp 200 ribu per bulan. Kami minta pemerintah menghargai keberadaan para PTT dan GTT," tutupnya. (pow)
jateng.tribunnews.com

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger