Headlines News :
Home » , , » Terkait Rencana Pemulangan 44 Anggota GAFATAR Ke Kudus, Masyarakat Dihimbau Agar Jaga Kondusifitas

Terkait Rencana Pemulangan 44 Anggota GAFATAR Ke Kudus, Masyarakat Dihimbau Agar Jaga Kondusifitas

Written By admin kudusku on Kamis, 21 Januari 2016 | 20:21


Kudus,  Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat di daerahnya untuk tidak mempermasalahkan warga yang sempat bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menyusul adanya pembakaran pemukiman mereka sehingga dimungkinkan pulang ke daerah asalnya masing-masing.

"Masyarakat juga kami minta untuk tetap menjaga situasi wilayah tetap kondusif dengan tidak mempermasalahkan kehadiran mereka nantinya. Biarlah pemkab yang akan memantau aktivitasnya nanti," kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kudus Djati Solechah di Kudus, Rabu.

Apalagi, kata dia, mereka juga dimungkinkan sebagai korban yang terbujuk rayu untuk mengikuti organisasi tersebut.

Berbeda jika masuk dalam struktur pengurus, kata dia, memang perlu ada perlakuan khusus guna memastikan aktivitas mereka tidak menimbulkan permasalahan di masyarakat.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru, kata dia, jumlah warga Kudus yang diduga bergabung dengan Gafatar sebanyak 44 orang dari jumlah sebelumnya terdaftar sebanyak 37 orang.

Terkait rencana pemulangan anggota Gafatar menyusul aksi pembakaran pemukiman mereka di Kalimantan Barat, kata dia, hingga kini belum ada informasi tersebut.

Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng beberapa hari lalu, kata dia, ketika peristiwa pembakaran pemukiman warga Gafatar belum terjadi.

"Jika benar ada yang kembali ke Kudus, tentunya akan dilakukan pemantauan dan langkah antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Muhammad Kurniawan mengungkapkan masyarakat tidak perlu mempermasalahkan kehadiran mantan anggota Gafatar karena dari sisi hukum juga belum terungkap tindak pidana yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

Landasan hukum yang melarang keberadaan organisasi tersebut, kata dia, hingga kini juga belum jelas.

Selain itu, kata dia, masyarakat Kudus juga tidak memiliki permasalahan dengan organisasi Gafatar tersebut.

"Kalaupun ada keluarga yang terlanjur bergabung dan ajarannya dianggap menyimpang, tentunya pihak keluarga yang perlu mengingatkan," ujarnya.

Hal terpenting, kata dia, masyarakat Kudus harus turut serta menciptakan situasi wilayah tetap kondusif.

"Masyarakat juga jangan mudah tergiur dengan ajakan bergabung dengan ajaran-ajaran yang tidak jelas," ujarnya.

Jika ada mantan anggota Gafatar yang pulang ke Kudus, kata dia, akan dilakukan pendampingan guna mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, menyusul gencarnya pemberitaan soal Gafatar sehingga masyarakat dimungkinkan akan fokus ke keluarga yang pernah bergabung dengan organisasi tersebut.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, Polres Kudus juga mencatat ada 24 orang yang diduga kuat bergabung dengan organisasi tersebut dan dua orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya serta belum bisa dipastikan bergabung dengan Gafatar.

Editor: Mahmudah/antarajateng.com
ket foto:Sejumlah warga eks-Gafatar meninggalkan permukiman mereka yang dibakar massa saat hendak dievakuasi dari kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Selasa (19/1). Permukiman di lahan seluas 43 hektar tersebut dibakar sejumlah oknum masyarakat sebelum 796 warga eks-Gafatar berhasil dievakuasi pemda setempat. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger