Headlines News :
Home » , , » [Polemik Masjid Madureksan], Pjs Kepala Disdagsar : “Tidak Ada Lahan Wakaf Masjid Yang Terkena Proyek”

[Polemik Masjid Madureksan], Pjs Kepala Disdagsar : “Tidak Ada Lahan Wakaf Masjid Yang Terkena Proyek”

Written By admin kudusku on Minggu, 17 Januari 2016 | 17:11

Denah yang menunjukkan batas tanah wakaf Masjid Madureksan yang antara lain untuk akses dari Jalan Sunan Kudus dan Jalan Madureksan, yang bergaris tebal. (suaramerdeka.comDok)

KUDUS,  Pembangunan Taman Menara yang berlokasi di eks Pasar Bubar di kawasan Kudus Kulon, Kudus, dikatakan tidak benar bila telah mencaplok lahan tanah milik Masjid Madureksan. Sebab pagar lingkungan masjid sama sekali tak berubah dan masih seperti sediakala.
Pernyataan tersebut ditegaskan Pjs Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus, Sudiharti. “Tidak ada lahan wakaf masjid yang terkena proyek,” tuturnya kepadasuaramerdeka.com, Sabtu (16/1).
Itu berbeda dengan pandangan Lurah Kerjasan Jaya Haryanto (bukan Kajeksan seperti diberitakan sebelumnya) yang menilai proyek itu mencaplok wakaf masjid. Menurut Sudiharti, pembangunan Taman Menara yang dibiayai APBD 2015 tidak mengganggu lahan wakaf milik Masjid Madureksan. “Pagar masjid masih tetap tidak ada yang berkurang,” tandasnya. Pihaknya selaku SKPD yang menjalankan tugas pembangunan proyek tersebut.
Sementara, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Revlisinto Subekti enggan memberi penjelasan. Ketika dihubungi kali pertama, ia berjanji akan mengecek dahulu mengenai surat dari Lurah Kerjasan. Namun, ketika kembali dimintai konfirmasi, ia memilih diam.
Sumber yang layak dipercaya di Kelurahan Kerjasan menyatakan, membenarkan pagar masjid memang masih tetap utuh. “Perlu diingat, lahan wakaf masjid tersebut tidak hanya yang dikitari pagar. Tetapi jalan dari timur mulai dari depan sebelah utara kelenteng hingga masjid itu adalah wakaf milik masjid,” tegasnya.
Sumber itu menambahkan, beberapa hari setelah Lurah Kerjasan Jaya Haryanto melayangkan teguran lewat surat bernomor 502/22/27.07.8 tanggal 8 Oktober 2015 kepada rekanan yang menggarap proyek yakni PT Duta Mas Indah, Semarang, kepala Satpol PP mengecek lokasi. “Namun, ya hanya mengecek, tidak ada tindak lanjutnya,” cetusnya. (Prayitno/CN38/SM Network)
sumber:suaramerdeka.com
ket foto:Denah yang menunjukkan batas tanah wakaf Masjid Madureksan yang antara lain untuk akses dari Jalan Sunan Kudus dan Jalan Madureksan, yang bergaris tebal. (suaramerdeka.comDok)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger