Headlines News :
Home » , , » Siswa MTs Yanbu’ul Qur’an Menawan Juara LKIR Nasional Berkat Alat Pengurang Polutan

Siswa MTs Yanbu’ul Qur’an Menawan Juara LKIR Nasional Berkat Alat Pengurang Polutan

Written By admin kudusku on Rabu, 04 November 2015 | 20:42

foto: Istimewa

KUDUS,Tim MTs Yanbu’ul Qur’an di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, akhir Oktober lalu menjuarai Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) tingkat Nasional di Bali.
Muhammad Nasim Mubarok (13), Abdullah Faqih (14), dan Alin Adzkan Nuha (14), mampu meyakinkan tim juri bahwa alat yang diberi nama T Fanter 25 benar-benar merupakan temuan yang sangat inovatif.Menurut Nasim, alat tersebut terilhami dari dinamika masyarakat Kota Keretek. Di wilayah yang terletak di lereng pegunungan Muria tersebut banyak dijumpai perokok, termasuk saudara tuanya.
”Kami berpikir bagaimana caranya mengurangi tingkat polutan dari asap yang dikeluarkan,” katanya.

Nama alat tersebut mempunyai sederet arti. T merupakan singkatan ”Teknologi”, F, A, N merupakan inisial ketiga remaja kretif tersebut, sedangkan ”Ter” kependekan dari filter atau penyaring. Sedangkan ”25” merujuk pada tanggal alat tersebut benar-benar jadi.
”Gagasan dan pengkajian ide-ide hingga pembuatan mulai dari bulan April dan selesai pada Juni tanggal 25,” jelasnya.

Ditambahkan Alin, T Fanter 25 yang memiliki tinggi 70 cm, dengan lebar 15 cm dan panjang 50 cm itu. Di dalamnya terdapat lampu UV, alumunium foil, plat alumunium berlapis bahan kimia TiO2/karbon aktif, serta blower. Selain material logam dari Titanium yang dibeli di Semarang, lainnya dapat dengan mudah didapatkan di Kudus.
Penampakan dari luar, T Fanter 25 mirip dengan sound system. Cara kerja alat ini cukup sederhana, yakni  asap rokok dihisap oleh blower. Setelah itu, asap rokok masuk dalam perangkap alumunium foil yang melapisi bagian dalam T Fanter 25.

Setelah itu dilakukan pemecahan zat karbon dioksida. Zat karbon ditangkap oleh plat alumunium berlapis TiO2/karbon aktif. Sedang zat O2  keluar lewat lubang output T Fanter 25.
“Itu juga yang kita presentasikan sewaktu LKIR di Bali. Dan dewan juri menilai karya kami sebagai juara I LKIR Bidang Pengembangan Rekayasa Teknologi tingkat nasional tahun ini,” tandas Faqih.

setelah tujuh kali mengalami kegagalan, alat berhasil membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Selain sibuk memelototi berbagai jurnal Iptek di berbagai literatur, mereka juga berdiskusi dengan guru pembimbing, M. Saman (22). Dari ide kasar hingga berbentuk alat, biaya yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 7 juta.
(Anton WH/CN34/SM Network)
suaramerdeka.com,foto: Istimewa
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger