Headlines News :
Home » , , , » Kisah Nyata: Berubah Jadi "Sapi" Tiap Hari, Demi Ayah Dan Adiknya

Kisah Nyata: Berubah Jadi "Sapi" Tiap Hari, Demi Ayah Dan Adiknya

Written By admin kudusku on Rabu, 07 Oktober 2015 | 13:48

Seorang gadis kecil menjadi pusat pemberitaan di Tiongkok. Gadis yang berdomisili di Provinsi Anhui itu setiap hari 'berubah' menjadi sapi. Tujuannya mengumpulkan uang untuk pengobatan ayahnya yang lumpuh, sekaligus menghidupi kedua adiknya.

Gadis berusia 15 tahun itu bernama Hao Dongdong.  Setiap pagi, Dongdong akan duduk membungkuk di pinggir jalan dengan topeng sapi dan memperbolehkan orang naik ke punggungnya dengan bayaran 5 yuan atau Rp10 ribu.

Dilansir laman Shanghaiist, Dongdong sudah melakukan hal itu selama tiga bulan terakhir.

"Ayah saya membutuhkan biaya pengobatan hingga 5.000 yuan (Rp10 juta) per bulannya dan adik-adik saya juga butuh sekolah. Saya belum punya kartu identitas, sehingga hanya inilah yang bisa saya lakukan," kata Dongdong, dilansir Oddity Central.

Ayah Dongdong, Hao Xinli, dulunya seorang petani. Tapi, nyeri punggung memaksanya berganti profesi menjadi pedagang kecil-kecilan. Sayangnya, tahun lalu, saat hendak mengambil barang promosi di Kota Heifei, mereka disangka pencuri dan dipukuli. Hal itu menyebabkan punggung Xinli semakin parah.

Xinli menderita patah tulang punggung dan tulang leher yang memar. Hal itu menyebabkan tubuh bagian atasnya lumpuh. Keluarga Xinli tidak memiliki asuransi sehingga mereka harus menanggung semua biaya pengobatan sendiri.

Tidak tahan dengan kondisi keluarga, istri Xinli, pergi dari rumah dan membuat Dongdong, anak tertua, menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Dongdong pun memilih keluar sekolah dan kemudian mengemis untuk mendapatkan uang.

Awalnya, Dongdong hanya bersimpuh di pinggir jalan. Namun seseorang menyarankan Dongdong untuk menggunakan topeng sehingga bisa menarik perhatian. Sejak saat itu, Dongdong menggunakan topeng sapi. Di sisinya, Dongdong menulis, "Bersedia jadi sapi dan ditunggangi. Harga 5 yuan."

Kendati harus menanggung malu, Dongdong tidak peduli. Asalkan ayahnya bisa mendapatkan pengobatan dan kedua adiknya bisa makan.

Selain itu, Dongdong juga kerap disangka penipu. Tapi dia tetap melakukan aksinya.

"Saya melakukan ini untuk ayah. Jika saya bisa mengumpulkan biaya pengobatan ayah dan menyekolahkan adik-adik, saya tidak keberatan dengan apa kata orang," kata dia.

Sementara saat Xinli diwawancara, dia berharap ada orang baik yang bisa membantu keluarganya.

"Saya ingin anak-anak saya kembali ke sekolah dan belajar," ujar Xinli.

Sumbee:viva.co.id

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger