Headlines News :
Home » , , , » Dollar Melambung, Polytron Tak Perpanjang Kontrak Karyawannya

Dollar Melambung, Polytron Tak Perpanjang Kontrak Karyawannya

Written By admin kudusku on Kamis, 27 Agustus 2015 | 08:00

KUDUS -- Pabrikan elektronik asal Kudus, PT. Hartono Istana Teknlogi dengan merek dagang Polytron, tak memperpanjang kontrak kerja ribuan buruh. Ini imbas dari terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Ada ratusan, atau bahkan ribuan karyawan kontrak yang tak diperpanjang, katanya untuk efisiensi," kata seorang sumber internal di Polytron.

Bahkan, lanjut sumber itu, ada beberapa karyawan harian, yang kinerjanya dinilai tak efisien, turut dirumahkan. "Tentu saja, itu akan mengganggu ritme produksi," ujarnya.

Humas pabrikan Polytron di Kudus, Lukito, mengakui pihaknya tak memperpanjang kontrak kerja karyawan. Hanya, ditandaskannya, jumlahnya tak mencapai ribuan. "Kalau ada ratusan karyawan kontrak yang tak diperpanjang iya, memang betul," katanya.

Disampaikan, dampak pelemahan rupiah memang sangat dirasakan perusahaan tempat ia bekerja. Harga bahan baku yang didatangkan dari luar negeri, dirasa sangat mencekik.
"Ini memang parah banget, terasa sangat mencekik kami," ujar dia. Menurutnya di satu sisi, harga bahan baku melambung tinggi, sementara di sisi lain pihaknya kesulitan menaikkan harga jual lantaran daya beli masyarakat rendah.
"Kami harus tetap produksi, meski tersengal-sengal dan merugi," tuturnya.

Koordinator Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kudus, Slamet Machmudi, mengatakan jika kondisi seperti ini terus berlangsung hingga akhir tahun, maka tak menutup kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Kudus.

"Saat ini yang sudah merasakan adalah para buruh kontrak atau outsourcing, mereka banyak yang tak diperpanjang kontraknya. Untuk karyawan tetap, memang dampaknya belum begitu terasa," katanya.

Pria yang akrab disapa Mamik ini berharap, meski terjepit perusahaan tak melakukan PHK massal.
"Sebab, bagaimana pun juga buruh adalah asset sekaligus elemen penting dari perusahaan," harap dia.
Kami belum menerima laporan
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus, Lutful Hakim, mengaku belum mengetahui adanya perusahaan yang sampai tak memperpanjang masa kerja karyawan kontrak atau merumahkan karyawan tetap, akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan soal itu," katanya, Rabu (26/8).

Menurut dia, setiap bulan per tanggal 10, biasanya perusahaan menyetorkan data jumlah karyawan, yang dipekerjakan, ke kantornya. "Termasuk data-data berapa jumlah karyawan tetap, berapa karyawan kontrak, berapa yang pensiun, dan lain sebagainya," kata dia.
Harga ponsel naik 10 persen.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika dipastikan akan membuat harga ponsel naik dalam waktu dekat. Pemilik toko Telefon.co.id di Jalan Pemuda 91a, Djoko Santoso memperkirakan harga ponsel di Kota Semarang akan naik minimal 10 persen.
"Khususnya untuk handphone yang barangnya built up. Semua komponennya pasti dari luar dan pasti terpengaruh," katanya pada Tribun, Selasa (20/8).

Djoko mengatakan ponsel merek Samsung gelombang berikutnya akan naik menyesuaikan harga dollar. Sedangkan untuk merek lain semisal advance yang beberapa komponennya sudah diproduksi dalam negeri tidak akan mengalami kenaikan.

Meski rupiah menurun, namun pasar handphone diperkirakannya masih aman. Apalagi sejak dulu, pasar handphone termasuk stabil. Tidak baik juga tidak buruk.

Djoko menjelaskan, beberapa bulan terakhir neraca perdagangan tercatat positif. Sebenarnya importir yang mengerem impor barang karena harga barang yang mahal. Bukan karena nilai ekspor yang naik. (Tim)

Sumber:tribunjateng.com

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger