Headlines News :
Home » , , » Ini Lho Penampakan Batu Mulia Seharga Rp. 284 Miliar

Ini Lho Penampakan Batu Mulia Seharga Rp. 284 Miliar

Written By admin kudusku on Jumat, 24 April 2015 | 07:36

Berlian seberat 100 karat dengan skala “sempurna” terjual lebih dari US$ 22 juta atau Rp 284 miliar, Selasa, 22 April 2015.  Balai lelang Sotheby’s menyatakan, batu mulia menyerupai huruf D itu adalah satu-satunya berlian berwarna putih dengan potongan klasik dengan harga tertinggi yang pernah dilelang di Sotheby’s.

Cincin berlian jumbo itu akhirnya dilego US$ 22,09 juta pada Selasa malam, termasuk premi asuransi pembeli. "Ini berlian 100,20 karat dengan definisi kesempurnaan. Warnanya lebih putih dari putih sekali pun,” kata Gary Schuler, Kepala Departemen Perhiasan Sotheby’s New York, Amerika Serikat, seperti yang dilansir Associated Press.

Sebelum dilelang, berlian itu ditaksir bakal laku antara US$ 19 juta dan US$ 25 juta. Pejabat Sotheby’s  mengatakan, berlian hasil pertambangan di Afrika Selatan dalam sepuluh tahun terakhir itu memiliki berat lebih dari 200 karat sebelum dipotong dan dipoles. Pemenang lelang ini ingin jati dirinya tetap dirahasiakan.

Hanya ada lima berlian "sempurna" dengan kadar lebih dari 100 karat yang dilelang selama 25 tahun terakhir. Berlian berbentuk oval 118 karat terjual US$ 30,6 juta di Sotheby’s pada 2013, rekor harga untuk berlian putih. Harga batu mulia termahal dilelang US$ 46 juta untuk berlian merah muda di Sotheby pada 2010, memecahkan rekor harga lelang batu mulia.


Munculnya berlian 100 karat itu memang tidak biasa. George Harlow, ahli mineral dari Museum Sejarah Alam Amerika di New York City, yang tidak terlibat dalam perdagangan berlian, mengatakan, dengan embel-embel "sempurna" biasanya berlian dipotong dari bongkahan kasar yang lebih besar. “Biasa disebut ‘batu mentah’," katanya.

Berlian terbentuk jauh di bawah dasar bumi dalam kondisi tekanan dan tingkat kepanasan yang luar biasa. Pesona keindahannya berasal dari atom karbon yang terikat bersama-sama sehingga membentuk kristal yang sangat simetris. Berlian mendapatkan warna mereka saat elemen karbon kristal bertukar dengan unsur-unsur lain.

Harlow menjelaskan, unsur-unsur seperti nitrogen, misalnya, menanamkan rona kekuningan pada berlian. Untuk menjadi sempurna dan tidak berwarna, berlian harus tidak memiliki retak dan kotoran di bagian dalam. Lantaran berlian berasal dari dalam lapisan bumi, yang kaya olivin dan warna merah muda, potongan kecil dari batu itu sering berakhir sebagai berlian selama pembentukannya tapi menyebabkan bintik-bintik gelap.

Sebuah kristal karbon, yang disebut grafit, juga dapat berakhir di berlian selama proses pembentukannya. Keretakan kecil, atau "serat," dapat terbentuk di dalam berlian ketika mereka berderak oleh tekanan batuan padat di atasnya yang jatuh ke bawah. Berlian juga bisa rusak saat berada di permukaan bumi.

"Jangan dikira berlian sebagai batuan kokoh yang tidak mungkin mengalami kerusakan, tetapi sebenarnya berlian pun bisa rusak," kata Harlow. Menemukan berlian tanpa cacat adalah karya yang langka, dan menemukan berlian sebesar 100 karat pun sangat jarang. “Kita bicara tentang langka di atas langka," kata Harlow.

*tempo.co

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger