Headlines News :
Home » , » Antisipasi Banjir, Saluran Air Pembuangan Desa Jati Wetan Terus Dipantau

Antisipasi Banjir, Saluran Air Pembuangan Desa Jati Wetan Terus Dipantau

Written By admin kudusku on Kamis, 15 Januari 2015 | 20:08

NORMAL: Saluran pembuangan yang melintasi permukiman penduduk di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kudus, masih tergolong normal.(suaramerdeka.com/Ruli Aditio)

KUDUS,  – Saluran air pembuangan yang menghubungkan Sungai Kencing yang melintasi tiga dukuh di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus kondisinya masih tergolong normal, namun demikian sampai saat ini pemerintah desa tersebut masih melakukan pemantauan sebagai pencegahan dini banjir.

Sebab belajar dari awal tahun 2014 lalu air dari saluran dan sungai tersebut limpas dan masuk  permukiman penduduk, diakibatkan tidak mampunya sungai menampung air dengan volume yang meningkat.
Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno saat memantau kondisi saluran pembuangan jurusan Sungai Kencing kemarin menjelaskan, sebenarnya hal tersebut sudah menjadi problematika yang lama sebab daya tampung saluran air dan sungai sudah tidak memadai lagi.

“Normalisasi dan revitalisasi saluran sudah seharusnya dilakukan sejak dulu saat musim kemarau, namun saat ini kondisinya ya masih sama,” katanya. Pihaknya juga mengaku khawatir jika sewaktu-waktu ada peningkatan volume air di saluran dan sungai tersebut. “Meski kondisi airnya masih dirasa normal dan aman untuk sementara waktu,” terangnya.
Terkait soal dampak peninggian jalan di Jalur Lingkar Tenggara, Suyitno mengatakan memang sampai saat ini tidak ada kendala apapun, dan tidak ada genangan air meski beberapa hari ini Kudus secara merata diguyur hujan deras.

“Kami berharap tidak ada lagi banjir di Desa Jati Wetan utamanya di tiga dukuh diantaranya Dukuh Tanggulangin, Gendok, dan Tanggulangin,” jelasnya.
Suyitno menuturkan, sebenarnya banjir di wilayah Desa Jati Wetan khususnya di sebelah selatan Kudus bisa diatasi, di antaranya dengan melakukan normalisasi Sungai Kencing dari Desa Jetis Kapuan, Tanjungkarang hingga Desa Jati Wetan yang bagian selatan.

“Kemudian melakukan pembangunan tanggul dan talud secara permanen di sekitar Sungai Wulan utamanya yang berdekatan dengan permukiman Desa Jati Wetan,” paparnya.
Itu semua sebenarnya sudah disusulkan, namun tampaknya belum ada  respon dari pihak terkait padahal banjir selalu melanda di pada  wilayah dengan geografis rendah tersebut. “Setidaknya itu bisa menekan adanya genangan air jika volume air sungai di sekitar wilayah tersebut meningkat,” tandasnya. (Ruli Aditio/CN41/SMNetwork)suaramerdeka.com
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger