Headlines News :
Home » » Saatnya Bisnis Pernak-pernik Natal Beromzet Jutaan Rupiah

Saatnya Bisnis Pernak-pernik Natal Beromzet Jutaan Rupiah

Written By admin kudusku on Minggu, 14 Desember 2014 | 20:26

Mendulang Omzet Jutaan Rupiah dari Pernak Pernik Natal

MEDAN - Memasuki penghujung tahun, semarak Natal sangat terasa di Kota Medan. Berbagai pernak-pernik khas natal sedang diburu masyarakat, seperti pohon pinus sintetis, hiasan lampu dan berbagai benda lainnya.
Kesempatan ini dimanfaatkan Darwis Tarigan, seorang penjual pernak-pernik natal asal Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam merayakan lahirnya sang Kristus ke dunia. Berlokasi di Jalan Jamin Ginting, Simpang Kuala Padang Bulan, gerainya sangat ramai dikunjungi pembeli.

Diceritakannya, usaha ini merupakan milik abangnya yang sebelumnya juga sudah membuka gerai di Pekanbaru, Riau selama 30 tahun. Sedangkan di Medan, gerai 'Oke Tarigan' baru masuk tahun keenam.
“Saya di sini hanya sebagai pengelola saja, aslinya ini punya abang saya yang di Pekanbaru,” katanya di Medan.
Gerai yang buka tiap tahun ini menjual pohon natal dan berbagai hiasan lainnya, seperti bola-bola, slinger, lampu, krans dan boneka Santa Klaus dengan berbagai jenis, motif dan ukuran.

Untuk pohon natal sendiri, ada beberapa tipe dan ukuran, yaitu ekor tupai, jarum bintik, salju, putih emas dan nila emas. Sedangkan ukurannya, mulai dari 1 meter hingga 5 Meter.
Untuk satu buah pohon natal dengan tinggi 1 meter, dihargai mulai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Sedangkan yang sedang yaitu tinggi 1,5 meter-2,8 meter Rp300 ribu hingga Rp4 juta dan pohon natal paling tinggi 5 meter dihargai Rp8 juta.
Oke Tarigan juga menjual pohon natal dengan sistem paket. Dimana satu paket terdiri dari sebuah pohon lengkap dengan hiasannya berupa bola-bola, slinger dan lampu.
“Tapi jarang ada orang yang mau beli paket. Mereka lebih senang menghias sendiri pohon natalnya,” ungkap Darwis.

Dia mengaku, sebagian besar barang-barang di gerainya ini didatangkan dari Korea Selatan. Karena menurutnya, pembeli lebih suka dengan barang luar ketimbang yang lokal.
Seperti bola-bola, misalnya. Meski berselisih harga hingga Rp60 ribu dengan buatan lokal, pembeli tetap memilih barang impor lantaran kualitasnya lebih bagus dan warnanya lebih menarik.

Sedangkan slinger, dia jual per dua meter mulai Rp10 ribu hingga Rp50 ribu. Kemudian krans atau hiasan pintu yang terbuat dari buah pinus yang disusun sedemikian rupa dihargai Rp60 ribu hingga Rp300 ribu.
Dikatakan Darwis, pembelinya tidak hanya berasal dari Medan tapi juga luar kota seperti Pekanbaru, Bengkalis, Dumai dan Palembang. Selain itu, mahasiswa dari berbagai kampus juga membeli pernak-pernik natal di gerainya.

Sementara itu, omzet yang dia peroleh bisa mencapai jutaan rupiah. Untuk diketahui, gerai Oke Tarigan hanya buka selama November-Desember saja tiap tahunnya. Sedangkan hari-hari biasa tak ada kegiatan jual-beli.
“Dalam seminggu, bisa 80 hingga 100 pohon yang terjual. Begitu juga dengan hiasan lainnya. Tiga hari belakangan ini, penjualan sedang meningkat 30 persen,” pungkasnya.
(wdi)http://economy.okezone.com
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kudusku.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger