Kudus,- Penyerapan APBD tahun 2014 di 20 SKPD di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga 22 Oktober 2014 masih tergolong rendah karena kurang dari 40 persen, kata Asisten Ekonomi dan Pembangungan Setda Kudus Budi Rahmat.

"Penyerapan anggaran tersebut untuk pos belanja langsung di masing-masing SKPD pada tahun anggaran 2014, khususnya untuk APBD 2014 murni," ujarnya didampingi Kepala Bagian Pengendalian dan Pembangunan Setda Kudus Catur Sulistiyanto di Kudus, Senin.

Sementara SKPD yang lainnya, kata dia, ada yang melakukan penyerapan anggaran antara 60 persen hingga 76,96 persen dari total anggaran belanja langsung di masing-masing SKPD.

Untuk mendorong penyerapan SKPD tersebut, Pemkab Kudus mengambil langkah-langkah strategis, salah satunya meminta penjelasan terkait kendala dan permasalahan yang dihadapi masing-masing SKPD tersebut.

"SKPD yang menjadi prioritas merupakan SKPD yang penyerapan anggarannya kurang dari 20 persen untuk dipacu serta dicarikan solusi agar pada akhir tahun anggaran bisa sesuai target," ujarnya.

Alasan penyerapan anggaran yang masih rendah, katanya, rata-rata karena pencairan anggaran dari pelaksana proyek ada yang dilakukan secara bertahap dan ada yang menunggu pekerjaan selesai dengan persentase tertentu.

Akibatnya, lanjut dia, penyerapan anggaran terkesan rendah, meskipun mayoritas pekerjaan di masing-masing SKPD sudah terlaksana dengan baik.

Dari 53 SKPD yang ada di Kabupaten Kudus, kata dia, penyerapan anggaran yang mencapai 79,96 persen tercatat di Kelurahan Panjunan, sedangkan Kantor Inspektorat dan RSUD Kudus penyerapannya lebih dari 70 persen.

"Kami optimistis semua SKPD bisa melakukan penyerapan anggaran sesuai perencanaan awal karena sisa waktu yang ada diefektifkan untuk memberikan motivasi kepada mereka," ujarnya.

Adapun total anggaran murni pada APBD 2014 sebesar Rp1,677 triliun, sedangkan pos belanja langsung sebesar Rp729,782 miliar.

Per 22 Oktober 2014, kata dia, penyerapan anggaran total sebesar Rp48,53 persen dari total APBD murni 2014.

"Untuk saat ini tentu sudah ada penambahan karena APBD Kudus 2014 tutup buku pada 10 Desember 2014," ujarnya.

Artinya, kata dia, pada tanggal tersebut semua proyek kegiatan harus sudah tuntas.